Pages

Sabtu, 20 Juni 2009

Gulma pada Tanaman Kopi

Gulma adalah tanaman yang tumbuh pada tempat yang tidak dikehendaki dan umumnya merugikan manusia ( belum diketahui manfaatnya ). Pada umumnya tumbuhan yang lebih lazim disebut sebagai gulma cenderung mempunyai sifat – sifat atau cirri khas tertentu yang memungkinkannya untuk mudah menyebar luas dan mampu menimbulkam kerugian dan gangguan.

Ada bermacam – macam penggolongan gulma , antara lain :

1. Berdasarkan morfologinya

• Grasses ( rumput – rumputan ) yang masuk famili graminae, untuk gulma di perkebunan misalnya :
a. Alang – alang ( Imperata cylindrica )
b. Pahitan ( Paspalum conjugatum )
c. Jambe – jambean ( Setaria plicata )

• Sedges ( sejenis teki, termasuk famili Cyperaseae ) mirip dengan golongan rerumputan, bedanya batangnya berbentuk segitiga, contoh di perkebunan :
a. Teki udel ( Cyperus kyllinga )
b. Teki ( Cyperus rotundus )

• Broad leaf ( daun lebar ), contoh di perkebunan :
a. Mekania ( Mikania sp.)
b. Putri malu ( Mimosa sp.)
c. Wedusan ( Ageratum conyzoides )

• Paku – pakuan ( Pakis ), contoh di perkebunan :
a. Pakis kadal ( Cyclosorus aridus )
b. Pakis kawat ( Gleichenia linearis )
c. Krakat / picissan ( Drymoglossum piloselloides )

2. Berdasarkan umur gulma

Annual weed ( umurnya <> 1 th, maksimum 2 th ). Tahun pertama umumnya tumbuh kearah vegetatif dan tahun kedua kea rah generatif, setelah itu mati.
Parennial ( tahuan, hidup > 2 th ), dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif yang dibedakan atas :
a. Gulma tahunan sederhana, berkembang biak dengan biji dan secara vegetatif jika akar tajuknya dilukai.
b. Gulma tahunan menjalar, berkembang biak dengan akar yang menjalar baik yang tumbuh diatas tanah ( stolon ), maupun yang ada di dalam tanah ( rhizoma ). Golongan ini paling sulit dikendalikan.

Ciri – ciri tanaman yang menjadi gulma ;
• Pertumbuhan cepat
• Mempunyai daya saing yang kuat dalam prebutan factor – factor kebutuhan hidup.
• Mempunyai toleransi yang besar terhadap suasana lingkungan yang ekstrim.
• Mempunyai daya berkembang biak yang besar baik secara generatif maupun vegetatif atau kedua – duanya.
• Alat perkembangbiakannya mudah tersebar melalui angina, air maupun binatang.
• Biasanya mempunyai sifat dormansi yang memungkinkan untuk bertahan hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Beberapa Macam Pengendalian Gulma
1. Mekanis
Dilakukan dengan tenaga manusia yang dibantu dengan alat – alat pertanian seperti sabit, garpu, parang dsb. Biasanya dilakukan pada daerah yang cukup tenaga manusianya atau pada lahan yang relative datar.

1) Pendongkelan
Keuntungannya :
• Dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah.
• Sudah dikerjakan dan tidak tidak membutuhkan keahlian khusus.
• Pada keadaan tertentu biaya lebih murah
Kerugiannya :
• Pada tanah miring akan memperbesar erosi.
• Dalam waktu yang lama akan terjadi cekungan tanah disekitar tanaman sehingga terjadi genangan air pada musim hujan.
• Jika kurang hati – hati akan merusak tanaman.

2) Kesrik pendem
Yaitu menyiang dengan cara mencangkul gulma sehingga perakaran gulma yang dangkal ikut terpotong ( tercabut ), kemudian seresah gulma tersebut dibenam diujung daerah feeder root sehingga menjadi humus yang dapat memperbaiki struktur tanah.

3) Jombret ( slashing )
Yaitu penyiangan tanpa mengganggu akar gulma dengan tujuan membuang bagian vegetatif dan generatif gulma yang berada diatas tanah.

Keuntungannya :
• Menghasilkan bahan mulsa untuk tanaman pokok.
• Tidak menambah erosi.
• Mudah dikerjakan dan tidak membutuhkan keahlian yang tinggi.
• Pada keadaan tertentu biaya lebih murah.

Kerugiannya :
• Harus dilakukan berulang – ulang jika pertumbuhan gulma cepat.
• Merangsang akar untuk menyerap unsure hara dari tanah menjadi lebih banyak.

2. Kultur Teknis
Metode yang dapat menekan pertumbuhan gulma adalah :
• Mengatur jarak tanam tanaman pokok.
• Menutup permukaan tanah sekitar tanaman pokok dengan seresah atau mulsa.
• Menanam tanaman penaung.

3. Biologis
Dengan menggunakan musuh alami tertentu ( berupa serangga atau jamur ) yang menyerang gulma tertentu. Sampai dengan saat ini belum diterapkan di Indonesia.

4. Kimiawi
Pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan bahan – bahan kimiawi yang disebut herbisida.

Keuntungan :
• Tidak memerlukan banyak tenaga manusia.
• Kerusakan pada tanaman pokok dapat dihindari.
• Erosi tanah dapat diminimalisir.
• Waktu yang diperlukan lebih singkat.
• Cekungan – cekungan tanah disekitar tanaman dapat dihindari.

Kerugian :
• Biaya pengendalian tergantung dari harga herbisida ( relative lebih mahal ).
• Diperlukan tenaga skill.
• Menggunakan alat – alat khusus yang relative lebih mahal.
• Jika tidak hati – hati dapat merusak tanaman pokok dan meracuni manusia, binatang ternak serta lingkungan.
• Pemakaian terus – menerus dalam jangka panjang dapat mengeraskan tanah.

Sumber : Bastari,D Husni. 1997. Pedoman Pengelolaan Budidaya Kopi Arabika. Surabaya : PTPN XII ( Persero )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar