<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408</id><updated>2011-10-04T17:19:30.654+08:00</updated><title type='text'>kopi</title><subtitle type='html'>Berisi tentang masalah yang berhubungan dengan tanaman kopi, baik dalam hal budidaya, pengolahn, dll.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-1790164144565219168</id><published>2010-02-09T05:55:00.002+08:00</published><updated>2010-02-09T06:47:05.690+08:00</updated><title type='text'>Gejala Serangan Dan Pengendalian Nematoda Parasit Tanaman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;Cara Nematoda Menyerang Tanaman&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;MIGRATORY  &lt;/strong&gt;nematoda dpt berpindah-pindah dari 1 jaringan tanaman ke jaringan lainnya (Pratylenchus sp.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SEDENTARY&lt;/strong&gt;  nematoda menetap pada 1 jaringan tanaman (Meloidogyne sp.)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Cara Nematoda Mempengaruhi Tanaman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh sekresi air ludah (mengandung enzim tertentu) yang diinjeksikan ke dalam tumbuhan sewaktu nematoda makan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Reaksi Biokimia sebagai Respon Tanaman terhadap Serangan Nematoda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;Hipertropi atau hiperplasia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cell wall dissolution&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Middle lamella dissolution&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terhambatnya pertumbuhan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nekrosis (luka)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hipersensitif&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hipertropi atau Hiperplasia&lt;br /&gt;Hipertropi  &lt;/strong&gt;adalah ukuran sel dalam jaringan bertambah besar.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hiperplasia  &lt;/strong&gt;adalah jumlah sel dalam jaringan bertambah banyak.&lt;br /&gt;Contoh: Tanaman tomat yang terserang Meloidogyne hapla.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua teori mengenai terbentuknya puru akar:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Terjadi akibat bergabungnya beberapa sel menjadi satu, kemudian dindingnya larut.&lt;br /&gt;2. Terjadi sebagai akibat adanya pembelahan sel yang giat tetapi tidak diikuti oleh terbentuknya dinding pemisah, sehingga dalam satu sel .&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cell Wall Dissolution&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Serangan nematoda ini menimbulkan rongga pada akar tanaman terutama pada akar yang disukai, oleh karena itu nematoda ini juga dikenal sebagai “burrowing nematode”&lt;strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;3. Contoh: Serangan Radopholus similis pada akar tanaman pisang.&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;Nematoda yang menyerang akar pisang mengeluarkan ensim selulase, yaitu merombak selulosa (bahan penyusun dinding sel).  Akibat larutnya selulosa maka akan terjadi rongga pada sel-sel penyusun akar.   Gejala ini kalau dilihat dari luar tampak sebagai becak-becak coklat.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Middle lamella dissolution&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Misal: Tanaman bawang merah yang terserang Ditylenhus dipsaci.   &lt;br /&gt;2. Nematoda ini sambil menyerang akan mengeluarkan ensim pektinase dan protopektinase.   Kedua ensim tersebut mampu melarutkan senyawa pectin yang diketahui sebagai penyusun lamella &lt;br /&gt;4. Pektin + pektinase + protopektinase  asam pektat &lt;br /&gt;5. Asam pektat menyebabkan busuk pada umbi bawang merah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Terhambatnya pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Reaksi fisiologis ini biasa terjadi pada pertumbuhan di bawah tanah.&lt;br /&gt;2. Contoh: Serangan Trichodorus sp. (stubby root nematodes) pada akar jagung.&lt;br /&gt;3. Serangan nematoda ini dapat menghambat pertumbuhan ujung akar, sehingga ujung akar tidak dapat memanjang, namun pada bagian sebelah bawah ujung akar tumbuh cabang-cabang akar yang berukuran pendek, gejala ini disebut stubby root.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nekrosis (luka)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Contoh : Pratylenchus sp. yang menyerang akar padi.&lt;br /&gt;2. Pada waktu menyerang akar padi nematoda mengeluarkan ensim  glukosidase.  3. Akar tanaman mempunyai hormon amigdalin.   glukosidase dan amigdalin akan bereaksi sehingga terbentuk senyawa benzaldehida + HCN, senyawa ini merupakan racun bagi sel-sel yang terkena, sehingga sel-sel akan mati (nekrosis). &lt;br /&gt;4. glukosidase + amigdalin     benzaldehida + HCN&lt;br /&gt;5. Karena serangan ini terjadi di luar maka akan tampak becak-becak. &lt;br /&gt;6. Pratylenchus disebut juga sebagai root lession nematodes.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hipersensitif&lt;br /&gt;~ &lt;/strong&gt;Suatu keadaan dimana sel segera mati setelah terjadi kontak dengan nematoda. &lt;br /&gt;~ Sifat ini digunakan untuk mencegah lebih meluasnya serangan nematoda.   Tanaman inang yang tahan terhadap serangan Meloidogyne sp. sebenarnya disebabkan oleh sifat hipersensitif sel-sel yang terserang.   &lt;br /&gt;~ Karena Meloidogyne sp. dikenal sebagai parasit obligat maka matinya sel menyebabkan matinya Meloidogyne sp. pula.&lt;br /&gt;~ Efek infeksi nematoda yg paling menonjol  mengurangi pertumbuhan &lt;br /&gt;~ Tanda utama serangan nematoda  adanya tanaman dg pertumbuhan jelek pd tempat tertentu di antara tanaman yg sehat &lt;br /&gt;~ Tumbuhan yg terinfeksi nematoda  puru akar, luka akar, akar bercabang lebih lebat, ujung akar rusak, busuk akar, diikuti gejala tanpa ciri-ciri khas di atas permukaan tanah &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA SERANGAN NEMATODA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di bawah permukaan tanah:&lt;br /&gt;~ Puru akar (root knot)  akibat adanya nematoda endoparasit yg masuk ke dalam akar tanaman, shg akar bereaksi membentuk puru/gall (Meloidogyne sp.)&lt;br /&gt;~ Busuk akar (root rot)  akibat serangan nematoda yg diikuti serangan sekunder dari bakteri/cendawan (Ditylenchus sp., diikuti bakteri Pseudomonas sp.)&lt;br /&gt;~ Luka akar (root lesion)  akibat jalan masuk nematoda pada kortek akar yg menimbulkan luka berwarna gelap kecoklatan di sekitarnya (Pratylenchus sp.)&lt;br /&gt;~ Akar cabang tdk normal  akibat serangan nematoda pd akar muda (Nacobbus sp.)&lt;br /&gt;~ Akar cabang pendek  akibat serangan nematoda pd ujung akar cabang menyebabkan pertumbuhannya terhenti (Trichodorus sp.)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;strong&gt;Di atas permukaan tanah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;~ Kerdil, klorosis, layu, daun gugur dan ujung tanaman mati  akibat rusaknya akar sehingga penyerapan unsur hara berkurang (Aphelenchoides sp.)&lt;br /&gt;~ Daun keriting, mengerut, membengkok dan membelit  akibat serangan nematoda pd titik tumbuh (Anguina sp.)&lt;br /&gt;~ Puru pada biji atau daun (Anguina sp.)&lt;br /&gt;~ Nekrosis  akibat nematoda hidup dan makan di dalam jaringan tanaman (Ditylenchus sp.)&lt;br /&gt;~ Bercak, pembengkakan, distorsi pada daun  akibat nematoda masuk ke dalam jaringan daun melalui stomata dan merusak parenkim daun (Aphelenchoides sp.)&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pratylenchus coffeae &amp;amp; Radopholus similis (Nematoda Penting pada Tanaman Kopi)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;~ Serangan  P. coffeae pada kopi  robusta dapat menyebabkan penurunan produksi sampai 57%&lt;br /&gt;~ Serangan R. similis bersama-sama dengan   P. coffeae  pada kopi arabika dapat mengakibatkan ~ kerusakan lebih parah yaitu  80 % dan tanaman akan mati pada umur kurang dari 3 tahun.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala serangan P. coffeae &amp;amp; R. similis pada Tanaman Kopi (di Lapang)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;~ Tanaman kopi kelihatan kurus &lt;br /&gt;~ Batang berukuran kecil &lt;br /&gt;~ Daun tua menguning dan gugur &lt;br /&gt;~ Yang tertinggal hanya daun pada ujung cabang dan batang  daun berukuran kecil, keriting dan menguning &lt;br /&gt;~ Pada serangan berat tanaman mati, namun proses kematian berlangsung lambat &lt;br /&gt;~ Gejala serangan nampak jelas pada musim kemarau karena akar tidak mampu menyerap air dan unsur hara sebab sebagian besar akar serabut rusak dan busuk. Rusaknya akar serabut ditandai  dengan tanaman mudah digoyang dan dicabut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perilaku P. coffeae dan R. similis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;~Nematoda P. coffeae termasuk ke dalam nematoda endoparasit berpindah-pindah atau endoparasit kembara (migratory)&lt;br /&gt;~Nematoda betina meletakkan telur di dalam akar yaitu dalam jaringan korteks akar, terutama pada akar serabut yang masih muda dan berwarna putih, menyebabkan akar luka. &lt;br /&gt;~Luka makin lama makin meluas dengan makin meningkatnya populasi nematoda dan akar membusuk   nematoda akan keluar dari akar dan berpindah mencari akar lain yang masih sehat. &lt;br /&gt;~R. similis mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat dengan P. coffeae oleh karena  itu memiliki kemiripan aspek perilaku hidup dan gejala kerusakannya&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGENDALIAN NEMATODA PARASITIK TUMBUHAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sanitasi:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Karantina tanaman  mencegah penyebaran nematoda ke tanaman/daerah lain&lt;br /&gt;2. Disinfeksi tanaman  mencelupkan bibit tanaman ke dalam air panas yg mengandung nematisida &lt;br /&gt;3. Mencegah penyebaran nematoda oleh air irigasi  menahan air yg mengandung/tertular nematoda di dalam bak penampungan sampai nematoda mengendap &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kultur Teknis:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Pergiliran tanaman  ketidaksesuaian nematoda dg tanaman inang &lt;br /&gt;2. Pemberoan &lt;br /&gt;3. Penggenangan &lt;br /&gt;4. Pengaturan waktu tanam &lt;br /&gt;5. Penanaman tanaman perangkap &lt;br /&gt;6. Penanaman tanaman tahan nematoda &lt;br /&gt;7. Penggunaan bibit bebas nematoda &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fisik:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Pembakaran &lt;br /&gt;2. Penguapan panas &lt;br /&gt;3. Pencelupan ke dalam air panas &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hayati:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Parasit  Artrobotrys oligospora, Meria conoispora, Bacillus penetrans &lt;br /&gt;2. Predator  Mononchus sp. &lt;br /&gt;3. Tanaman yg mengeluarkan zat nematisidal  Tagetes sp., Crotalaria sp., Asparagus sp.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimiawi:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Fumigan  Hidrokarbon alifatik halogen, sodium metan, dazomet &lt;br /&gt;2. Nematisida sistemik (granular)  Diazinon, furadan, nemacide, temik &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : Materi kuliah PHT oleh Tim Dosen Politeknik Negeri Jember&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-1790164144565219168?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/1790164144565219168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2010/02/gejala-serangan-dan-pengendalian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1790164144565219168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1790164144565219168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2010/02/gejala-serangan-dan-pengendalian.html' title='Gejala Serangan Dan Pengendalian Nematoda Parasit Tanaman'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-308549129327213873</id><published>2010-01-26T07:03:00.006+08:00</published><updated>2010-02-05T06:43:47.747+08:00</updated><title type='text'>Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Pemangkasan Produksi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Bentuk Ideal Tanaman Kopi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   1) Kedudukan cabang-cabang terbagi merata pada seluruh pohon&lt;br /&gt;   2) Jurusan tumbuh cabang/kipas terbagi merata tdk saling menutupi&lt;br /&gt;   3) Kipas selalu terdiri dr cabang2 produktif dan subur serta berbuku banyak&lt;br /&gt;   4) Ujung mahkota pohon tdk saling bersentuhan dng ujung mahkota pohon lain&lt;br /&gt;   5) Tinggi kipas teratas masih dalam batas jangkauan orang untuk pekerja pangkas atau        panen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Tujuan Pemangkasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Mengarahkan pertumbuhan tanaman kopi menjadi sehat, kuat, mempunyai keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif sehingga tanaman lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. Pemangkasan produksi tanaman kopi berbatang tunggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Pemangkasan lepas panen/pangkas berat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Tujuannya untuk mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah     diperoleh melalui pangkas bentuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaannya akhir musim kemarau/awal musim hujan/setelah selesai     panen/september/paling lambat bulan nopember&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Caranya dengan membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki antara lain :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wiwilan / tunas air (yang tidak dipakai untuk sambung cabang)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cabang adventif yang tidak berguna (cabang cacing, balik, liar )&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cabang yang terserang hama/penyakit, cabang yg telah berbuah 2x, cabang cambuk, cabang kipas, cabang kering &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Pemangkasan Ringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1)  Wiwil halus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dilaksanakan 3 bulan setelah PLP dan yang kedua dilaksanakan 3 bulan setelah wiwil halus yang pertama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Merupakan koreksi dari PLP&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tujuannya untuk membuang cabang yang tidak berguna sehingga pertumbuhan dapat diarahkan kepembentukan buah maupun cabang produktif, memasukkan cahaya untuk merangsang pembentukan primordia bunga, mengurangi kelembaban kebun sehingga dapat mengurangi gugur buah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Caranya dengan membuang cabang-cabang yang kurus, kerdil, kurang sehat, arah pertumbuhan mengganggu tata tertib bentuk yang ada, cabang cacing, liar,balik, kipas ,kering, terserang H/P.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2) Wiwil kasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaan 2 minggu sekali pd musim hujan dan 4 minggu sekali pd musim kemarau.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tunas air dibuang dengan menggunakan tangan, kecuali tunas air yg akan dipakai untuk rejuvinasi cabang reproduksi / batang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tunas-tunas yg baru tumbuh juga harus dibuang karena pertumbuhannya akan terlambat dan akan menghasilkan buah sedikit&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh perhitungan jumlah cabang primer/reproduksi yang harus dipelihara dr 3 tingkatan umur dr waktu ke waktu :  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cabang yg berbuah utk I kali biasanya menghasilkan 8 ruas/dompol, sedangkan cabang yg berbuah ke 2 kali akan menghasilkan 6 ruas/dompol dan apabila dirata-rata setiap cabang menghasilkan 7 ruas/dompol&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dari satu dompol biasanya menghasilkan 20 gelondong shngg dlm 1 cabang dihasilkan 20 X 7 = 140 gelondong. 1 gelondong menghasilkan 2 biji kopi beras sehingga dalam 1 cabang terdapat 14 0 gldng X 2 = 280 biji kopi beras.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1 Kg kopi beras berjumlah 5,000 butir ( besar/kecil) . Kalau kita menginginkan pohon kopi kita berbuah sebanyak 1 kg kopi beras maka cabang yang harus disediakan adalah: 5.000/280 X 1 cabang =  1 8 cabang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Pemangkasan Rejuvinasi/Peremajaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1) Manfaat&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemotongan batang/cabang dapat mmpermuda tanaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memperbaiki mutu bahan tanam yaitu disambung klon 2 yang unggul&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  2) Dasar pertimbangan pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Produksi makin menurun, keadaan akar dan batang masih baik, kematian tanaman dibawah 50%.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produksi menurun karena seerangan Hama / Penyakit,gangguan alam, kesalahan teknik pelaksanaan, petumbuhan sudah sulit dikendalikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman memberikan hasil yg kurang memuaskan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jenis tanaman sudah out off date/ bukan varietas/klon unggul. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;br /&gt;3) Pemangkasan rejuvinasi berdasarkan jumlah pohon yg direjuvinasi dari suatu areal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi total&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi selektif / dipilih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi sistematis/secara bertahap / 50%, 50 % dikerjakan selang satu baris.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;4) Pemangkasan rejuvinasi didasarkan pd bagian tanaman yg direjuvinasi&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rejuvinasi Batang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rejuvinasi Cabang :&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pronggolan cabang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi siwingan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;5) Berdasarkan kedua jenis pemangkasan tersebut diatas dalam pelaksanaan dapat digabungkan, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi batang secara total&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi batang secara sisatematis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi cabang siwingan secara total&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemangkasan rejuvinasi cabang siwingan secara sistematis dll&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;6) Pelaksanaan pemangkasan rejuvinasi&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengadakan inventarisasi kebun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesehatan pohon kopi serta faktor-faktor yg mempengaruhi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan tanam yg ada (klon unggul atau bukan, bibit semaian atau sambungan dll&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarak dan kerapatan tanaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jenis tanaman naungan dan penutup tanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beratnya erosi yg terjadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data produksi dari tahun ke tahun (makin lama makin baik)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaan pemangkasan (contoh pangkasan rejuvinasi siwingan secara total)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Waktu pelaksanaan setelah panen berakhir/terutama setelah panen besar dengan tujuan untuk memperkecil penurunan produksi kebun. Pelaksanaan jatuh pada akhir musim kemarau/awal penghujan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tahun I setelah panen selesai, cabang2 primer/reproduksi yg berhadapan dipotong sampai pangkal cabang tanpa dipilih, selang satu larik (cabang yg dipotong 50%) sisanya dibiarkan utk berbuah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;3-4 bln kemudian wiwilan yg tumbuh disambung dengan klon unggul anjuran seperti BP 409, SA 237 , BP358 , BP 288 (utk dibawah 400 m) BP 234, BP 42, dan secara lokal TS 6 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tahun II dari cabang yg tidak dipangkas masih menghasilkan. Selesai panen cabang2 ini harus dipotong berikut batang pokoknya diatas sambungan  dengan gergaji pangkas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tahun ke II dan awal thn ke III dikerjakan penyulaman sambungan yg mati pada tahun IV tanaman sudah muda kembali dan diikuti pangkas bentuk dan pangkas produksi secara teratur&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaksanaan Tindakan Budidaya Penunjang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengolahan tanah bersamaan dengan pemotongan cabang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbaikan teras utk mencegah erosi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemupukan dilaksanakan setelah penyambungan dan penyulaman selesai dengan     pupuk     N dan P&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penanaman pupuk hijau terutama M M&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbaikan naungan (penyulaman naungan, dll)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keuntungan dan kerugian pemangkasan berbatang tunggal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keuntungan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tanaman lebih kokoh tumbuhnya,lebih tahan serangan H/P tidak mudah patah karena angin atau gangguan pemetik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tdk ada kecenderungan meremajakan batang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudah utk mendapatkan cabng reproduktif yg baru shg tiap tahun dpt diharapkan     hasilnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meskipun tanaman tua produksi masih tinggi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     2. Kerugian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaan pangkasan lebih lama dan sukar, shg diperlukn tenaga ahli yg telah     mengetahui sifat2 pertumbuhan tanaman kopi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sukar mengatur bentuk tanaman karena tanaman kopi banyak mempunyai cabang2     lateral&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peredaran udara dan cahaya didalam kebun sulit diatur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sulit utk mengadakan pengawasan trhd hama/penyakit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sulit utk mengadakan siklus pemangkasan secara tertentu dan teratur &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. Pemangkasan produksi tanaman kopi batang ganda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tujuan : &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk meremajakan batang, sehingga berfungsi juga sebagai pangkas rejuvinsi/peremajaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara peremajaan batang dilakukan sbb :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Secara insidentil (hanya bila dipandang perlu) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Contoh : pada metoda toraja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Secara periodik , yaitu secara teratur pd waktu tertentu, 3 atau 4 tahun sekali batang        diremajakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Contoh : pada  metoda Banyuwangi, Agobioda, Candelaber, Hawaii (Type 1-3-2-4 dan     Type 1-3-5-2,4, 6), metoda Beaumount-Fukunada (BF) (BF 1.2.3 , BF 1,3,2.4 dan     BF 1.3.5.2.4 ) atau Ijen Pruning        Sistem/IPS    &lt;br /&gt;Contoh pemangkasan produksi/peremajaan metoda hawaii/kona&lt;br /&gt;_______________________________________________________________&lt;br /&gt;Type Btg Ganda 4   Type Btg Ganda 6      Btg Diganti Thn     Btg Diganti Thn&lt;br /&gt;_______________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang no. 1              batang no. 1+2                    2008                  2012&lt;br /&gt;Batang no.2               batang no. 3                        2007                  2011&lt;br /&gt;Batang no. 3              batang no. 4+5                    2006                  2010&lt;br /&gt;Batang no. 4              batang no. 5                        2005                  2009&lt;br /&gt;_______________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh pangkas produksi metoda Hawaii dng 4 batang ganda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pd tiap tunggul dipelihara 4 btng yg umurnya berbeda, bervariasi 1-4 thn&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peremajaan dilakukan tiap thn terhadap batang yg tlh berumur 4 thn, stlh panen dan  ditumbuhkan wiwilan baru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara peremajaan btang yg tlh berumur 4 thn ditunggul 7,6 cm dr batng pokok dan sebagai gantinya ditumbuhkan 1 wiwilan baru. Shngg dlm satu tunggul akan selesai     diremajakan dalam waktu 4 thn   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh pemangkasan produksi metoda Beumount-Fukunada (BF) /IPS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Cara pelaksanaan hampir sm dng metoda Hawaii,set, bedanya metoda hawaii yg diremajakan setiap thn adalah jmlhbatang pd setiap batang pokok, metoda BF yg diremajakan dr setiap 4 baris tanaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siklus pemangkasan 3  - 5  tahun , sehingga BF ada 3 type yaitu BF1.2.3 , BF 1.3,2.4 dan B F 1.3.5.2.4 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaan menurut baris tanaman, mulai panenan I (tahun ke 3 stl panen )dan seluruhnya selesai diremajakan  pada tahun ke5-7 (dalam waktu 5 -7 tahun tergantung typenya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemupukan hrs dilakukan secara teratur disesuaikan dng umur pohon pada masing2 baris&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metoda BF ini lbh mudah dilaksanakan, tdk membutuhkan tenaga ahli,kemungkinan bisa dilakukn scr mekanis, peredaran udara dan cahaya matahari lbh bagus     &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rempesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dilaksanakan setahun dua kali, dng memotong cabang2 diatas tanah sampai setinggi kurang lebih 1,5 m diatas tajuk kopi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemotongan dilakukan mepet pd batang dan tdk boleh ada sisa trubusan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rempesan pd naungan yg ditokok thn lalu dipelihara dua tunas yg letaknya berlawanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rempesan dilakukan terutama terhadap pohon2 yg tdk dipenggal / ditokok  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sulaman dan penjarangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sulaman dilakukan pada arealnya yg naungannya belum lengkap untuk mempertahankan standart populasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjarangan dilakukan apbl keadaan tnm kopi sdh baik (menutup) shng dpt memberi naungan thd satu dng yg lain  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjarangan dilakukan scr sistematis dan bertahap sampai tinggal 25%. Populasi akhir dipertahankan sebanyak 400-600 phn/hektar dng tanaman kopi 1.3 32 phn/hektar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intensaitas naungan adalah 50% atau 25 % ( 1:2 atau 1:4)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Sumber : Materi kuliah disampaikan oleh Bpk Ir.Ujang Setyoko, MP pada 23 Juli 2008     di kampus  POLIJE&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-308549129327213873?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/308549129327213873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2010/01/pemeliharaan-tanaman-menghasilkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/308549129327213873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/308549129327213873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2010/01/pemeliharaan-tanaman-menghasilkan.html' title='Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-366847747405841814</id><published>2010-01-10T16:18:00.004+08:00</published><updated>2010-01-10T16:33:55.479+08:00</updated><title type='text'>DAUR HIDUP SERANGGA</title><content type='html'>Selama hidupnya, serangga berubah bentuk beberapa kali. Perubahan ini disebut metamorfosa. Ada dua macam metamorfosa, yakni metamorfosa sempurna dan tidak sempurna. Beberapa jenis serangga mengalami metamorfosa sempurna. Metamorfosa ini mempunyai empat bentuk: mulai dari telur, menjadi larva (= ulat = tempayak = lundi), kemudian kepompong, baru dewasa.&lt;br /&gt;Contohnya adalah ngengat: telur menetas menjadi ulat. Ulat berganti kulit beberapa kali, kemudian membuat kepompong. Setelah beberapa waktu, ngengat dewasa keluar dari kepompong. Hanya dewasa yang dapat terbang dan kawin.&lt;br /&gt;Contoh lain adalah kumbang kubah serangga yang mengalami metamorfosa sempurna mungkin tergolong hama (seperti penggerek buah kopi) atau mungkin tergolong musuh alami (seperti semut rangrang).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Metamorfosa sempurna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; :&lt;/span&gt; telur - larva - kepompong - dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika serangga tertentu tidak mengalami metamorfosa sempurna, berarti dia mengalami metamorfosa tidak sempurna. Metamorfosa tidak sempurna mempunyai tiga bentuk: mulai dari telur, menjadi nimfa (serangga muda), kemudian dewasa. Dengan demikian metamorfosa tidak sempurna, tidak terdapat bentuk kepompong.&lt;br /&gt;Contohnya adalah kepik dan capung. Telur menetas menjadi nimfa, kemudian melepaskan kulitnya beberapa kali bila sedang mengalami proses perkembangan. Pada saat melepas kulit&lt;br /&gt;terakhir, nimfa berubah menjadi serangga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Metamorfosa tidak sempurna :&lt;/span&gt; telur - nimfa - dewasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-366847747405841814?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/366847747405841814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2010/01/daur-hidup-serangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/366847747405841814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/366847747405841814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2010/01/daur-hidup-serangga.html' title='DAUR HIDUP SERANGGA'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-5679766295826361968</id><published>2009-09-04T22:16:00.002+08:00</published><updated>2009-09-04T22:26:24.583+08:00</updated><title type='text'>Pengaruh Hujan Pada Tanaman Kopi</title><content type='html'>Yahmadi ( 2007 : 162 – 164 ) menyatakan pengaruh hujan terhadap pertumbuhan fase generatif tanaman kopi adalah :&lt;br /&gt;a. Pengaruh hujan terhadap pertumbuhan vegetatif&lt;br /&gt;  Pertumbuhan vegetatif yang paling aktif terjadi dalam pertengahan pertama musim hujan, kemudian berangsur – angsur berkurang hingga mencapai tingkat minimum dalam pertengahan kedua musim kemarau.  Dalam musim hujan, cabang primer membentuk satu ruas baru dalam 3 – 4 minggu, sedang dalam musim kemarau 6 – 8 minggu atau lebih.&lt;br /&gt;b. Pengaruh hujan terhadap florasi &lt;br /&gt; Primordia bunga yang terbentuk akan tumbuh dan kemudian memasuki masa dorman setelah panjangnya 8 – 12 mm ( stadium lilin ).  Untuk mematahkan dormansi tersebut diperlukan curah hujan minimal 3 – 4 mm.  Kira – kira 7 – 10 hari setelah turun hujan, bunga tersebut akan mekar ( terjadi florasi ).  Bila selama pertumbuhan bunga banyak hujan, akan dijumpai banyak kuping lawa.  Karena Bractae ( daun pelindung ) tumbuh lebih fors. Sebaliknya bila lama tidak ada hujan, kuncup – kuncup bunga yang berwarna putih itu akan berubah menjadi ros, dan akhirnya kering.  Bunga – bunga itu dapat juga mekar oleh embun, tetapi bunga embun ini akanmenghasilkan biji – biji kecil dan banyak kopi laki ( pea bearry ).&lt;br /&gt;c. Pengaruh hujan terhadap persarian dan fertilisasi&lt;br /&gt; Persarian bunga kopi terjadi terutama oleh angin, maka kondisi cuaca pada saat – saat florasi bersifat sangat kritis lebih – lebih bagi kopi Robusta yang menyerbuk silang. Bunga kopi mekar antara pukul 4 – 6 pagi, dan nampaknya hanya reseptif selama satu hari. Bagi jenis – jenis kopi penyerbuk silang seperti Robusta tersebut, proses persarian itu kebanyakan baru mulai menjelang 8 pagi yaitu setelah cukup angin. Oleh karena itu, hujan pagi berakibat fatal bagi persarian. Bagi suksesnya persarian dan fertilisasi diperlukan cuaca baik selama sehari semalam.&lt;br /&gt;d. Pengaruh hujan terhadap pertumbuhan buah&lt;br /&gt; Tipe curah hujan berpengaruh terhadap pertumbuhan buah yang nampak pada perbedaan besar biji dan rendemen.  Sampai batas – batas tertentu, biji akan semakin besar jika iklim semakin agak kering.  Tetapi selewat batas tersebut biji akan menjadi kecil karena kekurangan air.  Di daerah basah, cuaca sering mendung sehingga fotosintesa kurang.  Akibatnya pertumbuhan biji terhambat. Rendemen juga mengikuti korelasi tersebut meskipun nampaknya lebih persisten.&lt;br /&gt;e. Pengaruh hujan terhadap distribusi panen&lt;br /&gt;  Tipe curah hujan mempunyai pengaruh terhadap distribusi panen dalam setahun.  Di daerah – daerah basah, periode panen berlangsung lebih lama dari pada di daerah yang lebih kering.  Akibatnya, produksi harian maksimum di daerah kering adalah lebih tinggi dari pada di daerah basah.  Di daerah basah (tipe hujan B) produksi harian maksimum berada sekitar 2% dari produksi total setahun.  Sedangkan didaerah kering (tipe curah hujan C) bias mencapai 3% atau lebih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-5679766295826361968?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/5679766295826361968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/09/pengaruh-hujan-pada-tanaman-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/5679766295826361968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/5679766295826361968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/09/pengaruh-hujan-pada-tanaman-kopi.html' title='Pengaruh Hujan Pada Tanaman Kopi'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-1891608316539241315</id><published>2009-08-26T06:11:00.003+08:00</published><updated>2009-08-26T06:34:02.627+08:00</updated><title type='text'>MY MEMORY</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-cdb83a2cc9f938bd" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v15.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dcdb83a2cc9f938bd%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331427526%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D523EAB89E9A14687433954566B32F53CACDDB012.1C7AE30E78DA5F390EE1E6464BEC4BD40A01526A%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dcdb83a2cc9f938bd%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DlooDXorVvhwfvL-KUqI0voF9_hI&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v15.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dcdb83a2cc9f938bd%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331427526%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D523EAB89E9A14687433954566B32F53CACDDB012.1C7AE30E78DA5F390EE1E6464BEC4BD40A01526A%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dcdb83a2cc9f938bd%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DlooDXorVvhwfvL-KUqI0voF9_hI&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-1891608316539241315?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=cdb83a2cc9f938bd&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/1891608316539241315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/08/my-memory.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1891608316539241315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1891608316539241315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/08/my-memory.html' title='MY MEMORY'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-7257217696197082075</id><published>2009-07-29T07:02:00.001+08:00</published><updated>2009-07-29T07:06:11.402+08:00</updated><title type='text'>ARTI PENTING PANGKASAN</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Arti Penting Pangkasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengurangi 	fluktuasi produksi dan resiko kerusakan akibat pembuahan berlebih ( 	over bearing )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meningkatkan 	intensitas cahaya dalam tajuk dan membantu kelancaran peredaran 	angin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengurangi 	dampak kekeringan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memudahkan 	pengendalian hama – penyakit dan membantu menghalangi 	penyebarannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjaga 	tajuk kopi tetap rendah sehingga memudahkan perawatan dan pemanenan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Macam – macam tunas tanaman kopi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tunas 	Legitim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-family: georgia;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tunas ini jumlahnya hanya satu pada tiap ketiak daun, sehingga jika cabang primer mati tidak akan akan tumbuh cabang prier baru pada tempat yang sama. Pada batang tunas legitim yang tumbuh vegetative akan membentuk cabang primer, sedangkan pada cabang primer akan tumbuh menjadi cabang skunder. Tetapi cabang skunder ini biasanya hanya muncul pada cabang primer yang sudah tua sehingga meyerupai bentuk kipas dan dikenali sebagai cabang kipas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: georgia;" start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tunas 	Seri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-family: georgia;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bila tumbuh vegetative akan membentuk bagian tanaman yang sifat dan fungsinya sama dengan tempat asalnya, karena itu sering disebut mata tunas reproduksi. Tuas seri pada batang menghasilkan wiwilan yang berfungsi mereproduksi organ batang baru. Demikian juga tunas seri pada cabang primer akan menghasilkan cabang produksi yang memiliki sifat dan fungsi yang sama dengan cabang primer. Bagian tanaman yang berasal dari tunas seri umumnya tumbuh searah dengan tempat asalnya dan memiliki ruas pertama pendek dengan daun berukuran kecil berbentuk limas. Sebagian dari cabang – cabang reproduksi pertumbuhannya terhambat dan lemah sehingga pertumbuhannya tetap kecil dan bengkok – bengkok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Dimorphisme tanaman kopi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;	Pada tanaman kopi terdapat 2 bentuk pertumbuhan ( Dimorphisme ), yaitu pertumbuhan orthotropik yang arahnya tegak ( vertical ) dan pertumbuhan plagiotropik yang arahnya mendatar ( Horisontal ). Pertumbuhan orthotropic menghasilkan batang dan wiwilan ( trubus, tunas air ) yang apabila dibiarkan akan menjadi batang – batang baru. Pertumbuhan plagiotropik menghasilkan cabang – cabang yang tumbuh mendatar dan akan mendukung buah pada buku – bukunya.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.59cm; text-indent: -1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-family: georgia;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber : Nur, Abdul Mukti. 2004. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Pangkasan Kopi dalamMateri Kursus Budidaya dan Pengolahan Hasil Tanaman Perkebunan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Jember : PUSLIT KOKA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-7257217696197082075?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/7257217696197082075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/07/arti-penting-pangkasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/7257217696197082075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/7257217696197082075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/07/arti-penting-pangkasan.html' title='ARTI PENTING PANGKASAN'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-5702812075234359952</id><published>2009-06-30T06:11:00.001+08:00</published><updated>2009-06-30T06:18:21.173+08:00</updated><title type='text'>PROSES PRODUKSI KOPI BUBUK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyangraian&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kunci dari proses produksi kopi bubuk adalah penyangraian. Proses ini merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas. Biji kopi secara alami mengandung cukup banyak senyawa organik calon pembentuk citarasa dan aroma khas kopi. Waktu sangai ditentukan atas dasar warna biji kopi sangrai atau sering disebut derajad sangrai. Makin lama waktu sangrai, warna biji kopi sangrai mendekati cokelat tua kehitaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tingkat penyangraian dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu ringan ( light ), medium dan gelap ( dark ). Secara laboratoris tingkat kecerahan warna biji kopi sangrai diukur dengan pembeda warna lovibond. Biji kopi beras sebelum disangrai mempunyai warna permukaan kehijauanyang bersifat memantulkan sinar sehingga nilai Lovibondnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;( L ) berkisar antara 60 – 65. Pada penyangraian ringan ( Light ), sebagian warna permukaan biji kopi berubah kecoklatan dan nilai L turun menjadi 44 – 45. Jika proses penyangraian dilanjutkan pada tingkat medium, maka nilai L biji kopi makin berkurang secara signifikan kekisaran 38 – 40. Pada penyangraian gelap, warna biji kopi sangrai makin mendekati hitam karena senyawa hidrokarbon terpirolisis menjadi unsur karbon. Sedangkan senyawa gula mengalami proses karamelisasi dan akhirnya nilai L biji kopi sangrai tinggal 34 – 35. Kisaran suhu sangrai untuk tingkat sangrai ringan adalah antara 190 – 195 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C, sedangkan untuk tingkat sangrai medium adalah sedikit diatas 200 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Untuk tingkat sangrai gelap adalah diatas 205 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendinginan Biji Sangrai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah proses sangrai selesai, biji kopi harus segera didinginkan didalam bak pendingin. Pendinginan yang kurang cepat dapat menyebabkan proses penyangraian berlanjut dan biji kopi menjadi gosong ( over roasted ). Pendiginan dilakukan dengan melewatkan udara lingkungan dengan laju aliran 600 m3 per jam kedalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; biji kopi. Selam pendinginan biji kopi diaduk secara manual agar proses pendinginan lebih cepat dan merata. Selain itu, proses ini juga berfungsi untuk memisahkan sisa kulit ari yang terlepas dari biji kopi saat proses sangrai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penghalusan Biji Kopi Sangrai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Biji kopi sangrai dihaluskan dengan mesin penghalus sampai diperoleh butiran kopi bubuk dengan ukuran tertentu. Butiran kopi bubuk mempunyai luas permukaan yang relatif besar dibandingkan jika dalam keadaan utuh. Dengan demikian, senyawa pembentuk citarasa dan senyawa penyegar mudah larut kedalam air penyeduh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perubahan Kimiawi Biji Kopi Sangrai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu perubahan kimiawi biji kopi selama penyangraian dapat dimonitor dengan perubahan nilai pH. Biji kopi secara alami mengandung berbagai jenis senyawa volatil seperti aldehida, furfural, keton, alkohol, ester, asam format, dan asam asetat yang mempunyai sifat mudah menguap. Makin lama dan makin tinggi suhu penyangraian, jumlah ion H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bebas didalam seduhan makin berkurang secara signifikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Biji kopi secara alami mengandung cukup banyak senyawa calon pembentuk citarasa dan aroma khas kopi antara lain asam amino dan gula. Selam penyangraian beberapa senyawa gula akan terkaramelisasi menimbulkan aroma khas. Senyawa yang menyebabkan rasa sepat atau rasa asam seperti tanin dan asam asetat akan hilang dan sebagian lainnya akan bereaksi dengan asam amino membentuk senyawa melancidin yang memberikan warna cokelat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rendemen Kopi Bubuk&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rendemen adalah perbandingan antara berat kopi bubuk dibandingkan berat kopi beras. Selam penyangraian, berat biji kopi menyusut karena penguapan air dan senyawa – senyawa volatil serta pelepasan kulit ari. Bersamaan dengan penguapan air, beberapa senyawa volatil yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terkandung didalam biji kopi seperti aldehid, furfural, keton, alkohol dan ester ikut teruapkan. Biji kopi mengembang ( swelling ) dan berpori – &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;pori&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Penurunan berat biji kopi selama penyangraian menyebabkan nilai rendemen berkurang sesuai dengan derajad sangrainya. Nilai rendemen tertinggi yaitu 81 % diperoleh pada derajad sangrai ringan dan terendah yaitu 76 % dengan derajad sangrai gelap. Selain karena proses sangrai, susut berat juga terjadi selama proses penghalusan karena partikel bubuk yang sangat halus terbang kelingkungan akibat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sentrifugal putaran pemukul mesin penghalus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sarana Penunjang&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sarana penunjang yang diperlukan yaitu untuk proses pengemasan, sarana laboratorium untuk uji kualitas bahan baku dan mutu kopi bubuk dan sarana penunjang lain seperti generator listrik sebagai sumber listrik tambahan saat sumber listrik PLN padam dan sarana angkut bahan baku dan bahan jadi serta sebuah sepeda motor untuk keperluan tugas luar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan Pembantu&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bahan pembantu utama yang digunakan adalah kemasan. Tujuan pengemasan adalah untuk mempertahankan aroma dan citarasa kopi bubuk selama diangkut, didistribusikan kekonsumen dan selama dijajakan ditoko, dipasar dan ditoko swalayan dan selama disimpan oleh pemakai. Jika tidak dikemas secara baik, kesegaran, aroma dan citarasa kopi bubuk akan berkurang secara signifikan setelah satu atau dua minggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beberapa jenis kemasan yang umum adalah plastik transparan, aluminum foil, metal dan gelas. Masing – masing kemasan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan baik dari aspek daya simpan, kepraktisan penggunaan dan harga. Selain keawetan, tampilan kemasan juga harus mampu menarik perhatian pembeli kopi bubuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mulato, Sri. 2002. &lt;i style=""&gt;Simposium Kopi 2002 dengan tema Mewujudkan perkopian Nasional Yang Tangguh melalui Diversifikasi Usaha Berwawasan Lingkungan dalam Pengembangan Industri Kopi Bubuk Skala Kecil Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Usaha Tani Kopi Rakyat&lt;/i&gt;. Denpasar : 16 – 17 Oktober 2002. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-5702812075234359952?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/5702812075234359952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/proses-produksi-kopi-bubuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/5702812075234359952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/5702812075234359952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/proses-produksi-kopi-bubuk.html' title='PROSES PRODUKSI KOPI BUBUK'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-1881403251019983628</id><published>2009-06-20T15:58:00.002+08:00</published><updated>2009-06-20T16:18:12.108+08:00</updated><title type='text'>Gulma pada Tanaman Kopi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gulma&lt;/span&gt; adalah tanaman yang tumbuh pada tempat yang tidak dikehendaki dan umumnya merugikan manusia ( belum diketahui manfaatnya ). Pada umumnya tumbuhan yang lebih lazim disebut sebagai gulma cenderung mempunyai sifat – sifat atau cirri khas tertentu yang memungkinkannya untuk mudah menyebar luas dan mampu menimbulkam kerugian dan gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bermacam – macam penggolongan gulma , antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdasarkan morfologinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Grasses ( rumput – rumputan ) yang masuk famili graminae, untuk gulma di perkebunan misalnya :&lt;br /&gt;a. Alang – alang ( Imperata cylindrica )&lt;br /&gt;b. Pahitan ( Paspalum conjugatum )&lt;br /&gt;c. Jambe – jambean ( Setaria plicata )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sedges ( sejenis teki, termasuk famili Cyperaseae ) mirip dengan golongan rerumputan, bedanya batangnya berbentuk segitiga, contoh di perkebunan :&lt;br /&gt;a. Teki udel ( Cyperus kyllinga )&lt;br /&gt;b. Teki ( Cyperus rotundus )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Broad leaf ( daun lebar ), contoh di perkebunan :&lt;br /&gt;a. Mekania ( Mikania sp.)&lt;br /&gt;b. Putri malu ( Mimosa sp.)&lt;br /&gt;c. Wedusan ( Ageratum conyzoides )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Paku – pakuan ( Pakis ), contoh di perkebunan :&lt;br /&gt;a. Pakis kadal ( Cyclosorus aridus )&lt;br /&gt;b. Pakis kawat ( Gleichenia linearis )&lt;br /&gt;c. Krakat / picissan ( Drymoglossum piloselloides )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berdasarkan umur gulma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Annual weed &lt;/span&gt;( umurnya &lt;&gt; 1 th, maksimum 2 th ). Tahun pertama umumnya tumbuh kearah vegetatif  dan tahun kedua kea rah generatif, setelah itu mati.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Parennial&lt;/span&gt; ( tahuan, hidup &gt; 2 th ), dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif  yang dibedakan  atas :&lt;br /&gt;a. Gulma tahunan sederhana, berkembang biak dengan biji dan secara vegetatif jika akar tajuknya dilukai.&lt;br /&gt;b. Gulma tahunan menjalar, berkembang biak dengan akar yang menjalar baik yang tumbuh diatas tanah ( stolon ), maupun yang ada di dalam tanah ( rhizoma ). Golongan ini paling sulit dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri – ciri tanaman yang menjadi gulma ;&lt;br /&gt;• Pertumbuhan cepat&lt;br /&gt;• Mempunyai daya saing yang kuat dalam prebutan factor – factor kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;• Mempunyai toleransi yang besar terhadap suasana lingkungan yang ekstrim.&lt;br /&gt;• Mempunyai daya berkembang biak yang besar baik secara generatif maupun vegetatif  atau kedua – duanya.&lt;br /&gt;• Alat perkembangbiakannya mudah tersebar melalui angina, air maupun binatang.&lt;br /&gt;• Biasanya mempunyai sifat dormansi yang memungkinkan untuk bertahan hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Macam Pengendalian Gulma&lt;br /&gt;1. Mekanis&lt;br /&gt;Dilakukan dengan tenaga manusia yang dibantu dengan alat – alat pertanian seperti sabit, garpu, parang dsb. Biasanya dilakukan pada daerah yang cukup tenaga manusianya atau pada lahan yang relative datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pendongkelan&lt;br /&gt;Keuntungannya :&lt;br /&gt;• Dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah.&lt;br /&gt;• Sudah dikerjakan dan tidak tidak membutuhkan keahlian khusus.&lt;br /&gt;• Pada keadaan tertentu biaya lebih murah&lt;br /&gt;Kerugiannya :&lt;br /&gt;• Pada tanah miring akan memperbesar erosi.&lt;br /&gt;• Dalam waktu yang lama akan terjadi cekungan tanah disekitar tanaman sehingga terjadi genangan air pada musim hujan.&lt;br /&gt;• Jika kurang hati – hati akan merusak tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kesrik pendem&lt;br /&gt;Yaitu menyiang dengan cara mencangkul gulma sehingga perakaran gulma yang dangkal ikut terpotong ( tercabut ), kemudian seresah gulma tersebut dibenam diujung daerah feeder root sehingga menjadi humus yang dapat memperbaiki struktur tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Jombret ( slashing )&lt;br /&gt; Yaitu penyiangan tanpa mengganggu akar gulma dengan tujuan membuang bagian vegetatif dan generatif gulma yang berada diatas tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungannya :&lt;br /&gt;• Menghasilkan bahan mulsa untuk tanaman pokok.&lt;br /&gt;• Tidak menambah erosi.&lt;br /&gt;• Mudah dikerjakan dan tidak membutuhkan keahlian yang tinggi.&lt;br /&gt;• Pada keadaan tertentu biaya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugiannya :&lt;br /&gt;• Harus dilakukan berulang – ulang jika pertumbuhan gulma cepat.&lt;br /&gt;• Merangsang akar untuk menyerap unsure hara dari tanah menjadi lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kultur Teknis&lt;br /&gt;Metode yang dapat menekan pertumbuhan gulma adalah :&lt;br /&gt;• Mengatur jarak tanam tanaman pokok.&lt;br /&gt;• Menutup permukaan tanah sekitar tanaman pokok dengan seresah atau mulsa.&lt;br /&gt;• Menanam tanaman penaung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Biologis&lt;br /&gt;Dengan menggunakan musuh alami tertentu ( berupa serangga atau jamur ) yang menyerang gulma tertentu. Sampai dengan saat ini belum diterapkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kimiawi&lt;br /&gt;Pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan bahan – bahan kimiawi yang disebut herbisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan :&lt;br /&gt;• Tidak memerlukan banyak tenaga manusia.&lt;br /&gt;• Kerusakan pada tanaman pokok dapat dihindari.&lt;br /&gt;• Erosi tanah dapat diminimalisir.&lt;br /&gt;• Waktu yang diperlukan lebih singkat.&lt;br /&gt;• Cekungan – cekungan tanah disekitar tanaman dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian :&lt;br /&gt;• Biaya pengendalian tergantung dari harga herbisida ( relative lebih mahal ).&lt;br /&gt;• Diperlukan tenaga skill.&lt;br /&gt;• Menggunakan alat – alat khusus yang relative lebih mahal.&lt;br /&gt;• Jika tidak hati – hati dapat merusak tanaman pokok dan meracuni manusia, binatang ternak serta lingkungan.&lt;br /&gt;• Pemakaian terus – menerus dalam jangka panjang dapat mengeraskan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber&lt;/span&gt; : Bastari,D Husni. 1997. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pedoman Pengelolaan Budidaya Kopi Arabika&lt;/span&gt;. Surabaya : PTPN XII ( Persero )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-1881403251019983628?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/1881403251019983628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/gulma-pada-tanaman-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1881403251019983628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1881403251019983628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/gulma-pada-tanaman-kopi.html' title='Gulma pada Tanaman Kopi'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-5532623507952889</id><published>2009-06-16T06:10:00.002+08:00</published><updated>2009-06-16T06:17:32.195+08:00</updated><title type='text'>Kopi Rakyat Berstandard Internasional</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemarin, tanggal 9 Juni 2009, saya membaca berita di surat kabar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Radar Jember &lt;/span&gt;yang menurut saya cukup bagus dan cukup membanggakan. Yaitu tentang meningkatnya mutu kopi rakyat apalagi berstandard internasional. Karena,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; apabila kita berbicara tentang kopi rakyat, tentunya yang ada dibenak kita dan kebanyakan orang adalah bahwa kopi rakyat kualitasnya rendah. Namun, lain halnya dengan kopi rakyat milik petani kopi didusun krajan desa Sidomulyo kecamatan Silo Jember, mendapat apresiasi posotif dari CABI ( Centre For Agriculture and Biosciences Internasional ) Kenya dan Papua Nugini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;	Lembaga non profit tersebut menilai, kualitas kopi rakyat produksi petani sudah memenuhi standard Internasional. CABI diwakili oleh Dr. George I Oduor, sedangkan Papua Nugini diwakili oleh Martin Kimani. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;	Menurut Ir. Soekadar Wiryadiputra dari Puslit KOKA Kaliwining, kecamatan Rambipuji bahwa dibawah binaan Puslit KOKA Kaliwining, pengelolaan kopi robusta di Silo sudah memenuhi standard Internasional mulai dari teknik menanam sampai pemasaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;	Petani kopi rakyat tersebut telah menerapkan standarisasi teknologi dalam pemeliharaan tanaman, pengelolaan hingga pemasaran. Penilaian kopi tersebut dilihat dari serangan hama penggereknya. Karena jika banyak penggerek, kopi banyak yang gabuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;	Namun demikian, petani masih belum bisa menjual produksi kopi sendiri. Rakyat masih bergantung pada PT. Indocom yang selama ini menampung hasil kopi rakyat untuk diekspor. Maka dari itu, petani kopi rakyat berharap ingin bisa menjual produksi kopinya sendiri agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih. Karena selama ini para petani hanya menyerahkan hasil produksi kepada PT. Indocom tanpa tahu perkembangan harga kopi di pasaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;sumber : Radar Jember, Selasa 9 Juni 2009. hal 29&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-5532623507952889?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/5532623507952889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/kopi-rakyat-berstandard-internasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/5532623507952889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/5532623507952889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/kopi-rakyat-berstandard-internasional.html' title='Kopi Rakyat Berstandard Internasional'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-7893208427625708449</id><published>2009-06-15T16:35:00.004+08:00</published><updated>2009-06-15T16:50:13.124+08:00</updated><title type='text'>SYAIR KOPI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SjYKN5aM_zI/AAAAAAAAABY/xAZji2R1JwI/s1600-h/TEMEN.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SjYKN5aM_zI/AAAAAAAAABY/xAZji2R1JwI/s320/TEMEN.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347472841414344498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SjYJ3sxtCQI/AAAAAAAAABQ/0boQZ90Ixes/s1600-h/FRIENDSl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SjYJ3sxtCQI/AAAAAAAAABQ/0boQZ90Ixes/s320/FRIENDSl.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347472460066130178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kopi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;...Hitam warnanya...pahit rasanya..&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;KOPI TUBRUK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; namanya...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kopi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;..Minum kopi dicampur susu..&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;KOPI SUSU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; namanya...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kopi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;..Minum kopi sambil dengerin music dangdut...&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;KOPI DANGDUT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;namanya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kopi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;...Kalau makan di emut..&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;PERMEN KOPI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; namanya...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kopi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;...Pelajar yang mempelajari tantang budidaya kopi..&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;MAHASISWA D4 KOPI POLIJE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; namanya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-7893208427625708449?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/7893208427625708449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/syair-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/7893208427625708449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/7893208427625708449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/syair-kopi.html' title='SYAIR KOPI'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SjYKN5aM_zI/AAAAAAAAABY/xAZji2R1JwI/s72-c/TEMEN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-3728472142580038958</id><published>2009-06-05T06:08:00.000+08:00</published><updated>2009-06-13T21:41:42.131+08:00</updated><title type='text'>HAMA PENTING TANAMAN KOPI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hama Bubuk Buah Kopi ( &lt;em&gt;Hypothenemus hampei&lt;/em&gt; )&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Gejala Serangan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Imago bubuk buah kopi masuk ke buah kopi melalui diskus, kemudian ke endosperma. Serangan pada buah - buah muda hanya untuk keperluan makan bagi imago yang dapat menyebabkan buah gugur dan busuk. Serangan pada saat buah mulai mengeras selain menggerek buah dan memakan biji kopi, bubuk buah juga berkembang biak didalam biji. Sehingga biji menjadi berlubang - lubang, cacat dan busuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Biologi Dan Cara Hidup&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Bubuk buah kopi merupakan kumbang kecil berwarna gelap hampir hitam. Daur hidupnya menunjukkan keragaman yang cukup besar tergantung daerah dimana ia hidup. Stadia imago betina sekitar 67 hari. Jumlah telur yang dihasilkan 37 butir. Stadia telur 5 hari, stadia larva 10 - 26 hari, stadia prepupa 2 hari, stadia pupa 5 - 11 hari, stadia pra kawin 2 - 3 hari, stadia pra oviposisi 4 - 14 hari, sehingga dalam satu generasi 25 - 35 hari. Imago biasanya muncul dan terbang dari buah ke buah antara jam 16.00 - 18.00 untuk makan galleries pada buah, terutama pada buah yang telah masak. Kemampuan terbang imago sekitar 350 m.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Persediaan buah yang terus menerus memungkinkan perkembangan bubuk buah kopi secara berkesinambungan dari generasi ke generasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Naungan yang terlalu lebat mengakibatkan kelembaban tinggi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Tanaman inang : Tephrosia sp, Centrosema sp, Oxicanthus sp.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Nematoda Pratylenchus coffeae&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Gejala Serangan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;          &lt;/strong&gt;Akar yang terserang menjadi rusak, berwarna coklat membentuk luka. Akhirnya, luka menjadi luas sehingga seluruh akar serabut yang ada menjadi busuk. Tanaman menjadi tidak mampu menyerap unsur hara dan air terutama pada musim kering. Tanaman tampak kerdil, pertumbuhan terhambat, ukuran daun dan cabang primer kecil, daun tua menjadi kuning secara perlahan - lahan dan akhirnya mati. Umumnya serangan selalu diikuti oleh serangan kutu putih akar yang diselimuti jamur dari Diancanthodes sp. Daun tanaman yang terserang ada kecenderungan menunjukkan kekurangan unsur N dan Zn.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Biologi dan Cara Hidup&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Bertelur didalam jaringan akar, Pergantian kulit pertama terjadi dalam telur dan tiga kali pergantian kulit berikutnya terjadi diluar telur ( setelah menetas ). Masa telur 15 - 17 hari, 3 kali ganti kulit. Masa pra oviposisi 15 hari, sehingga masa satu generasi 45 - 48 hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Tergantung dari curah hujan dan temperatur tanah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Puncak populasi umumnya terjadi pada musim hujan saat tanah dalam keadaan lembab&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Populasi menurun saat musim kemarau&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Penyebarannya disebabkan oleh pergerakan secara pasif&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          ~ Tanman inang : Tephrosia, Setaria Plicata, Glyricidia sp.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kutu Putih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Gejala serangan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Tunas bunga, bunga, dan buah muda yang terserang akan mengering dan gugur. Buah - buah yabg sudah dewasa dan masak tidak gugur tetapi akan mengalami hambatan pertumbuhan sehingga berkerut dan masak sebelum waktunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Biologi dan Cara Hidup&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Imago betina mampu bertelur 200 - 400 butir. Masa telur 3 - 4 hari, masa nimfa 44 - 52 hari terdiri dari betina 4 instar dan jantan 3 instar, sehungga lama satu generasi 48 - 57 hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Pemencaran secara cepat dibantu oleh semut gramang dan angin. Peningkatan pupolasi dipengaruhi ileh kelembaban relatif pada siang hari berada dibawah 70 %. Tanman inang utama P.citri didataran rendah sekitar 600 m dpl adalah tanaman kopi, sedangkan diatas 600 m dpl adalah tanman lamtoro. Inag lainnya adalah Tephrosia sp, Desmodium sp, Calopogonium mucunoides, teh, kina, kakao, jeruk, anona, eugeni, solanum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Coccus viridis&lt;/em&gt; ( Kutu Hijau )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nama umum  :&lt;/strong&gt;  Kutu hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klasifikasi dan Morfolog&lt;/strong&gt;i  &lt;br /&gt; Serangga ini tergolong famili Cocidae adalah Coccus viridis ( green ) atau nama sinonimnya Lecanium viridae. Serangga ini kutu sisik hijau lunak atau kutu sisik hijau kopi. Hama ini merupakan pemakan segala tanaman ( poilfag ) dan tersebar didaerah tropis dan subtropis, diantaranya Indonesia terutama didataran rendah dan udara kering. Kutu sisik hijau kopi berbentuk bulat dan datar. Panjang tubuhnya ± 3 – 5 mm. Kutu yang hidup pada tunas muda badannya lebih besar dan lebih cembung daripada yang hidup pada daun. Sementara itu, kutu yang hidup pada tanaman kurus biasanya berukuran kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanaman inang &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Kopi, jeruk, teh, mangga, jambu, biji, jambu air, dan cengkeh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siklus hidup  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kutu hijau ini ovivipar. Telur yang dihasilkan diletakkan dibawah betinanya. Setelah beberapa jam kemudian, telur akan menetas. Jumlah telur bisa mencapai 500 butir. Setelah menetas nimfa tetap tinggal beberapa dibawah badan induknya. Selanjutnya nimfa menetap dibawah permukaan daun, tunas, dan buah. Sesudah mulai bertelur, kutu betina tetap tinggal di tempat sampai mati. Perkembangan dari telur didataran rendah ± 45 hari, sedangkan didaerah lebih sejuk sekurang – kurangnya 65 hari. Walaupun yang menetas banyak, nimfa yang dapat terus hidup tidak banyak. Kutu jantan jarang atau tidak ada sehingga reproduksinya dilakukan secara parthenogenesis. Kutu hijau ini selalu dikunjungi semut yang dapat melindunginya dari predator. Dengan perlindungan semut tertentu, perkembangannya lebih pesat. Kutu akan mencapai jumlah yang terbanyak pada akhir musim kering. Julahnya akan berkurang saat mulai musim hujan karena timbulnya cendawan patogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gejala kerusakan&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt; Tanaman menjadi lemah dan pertumbuhannya terhambat karena kutu ini menghisap cairan tanaman. Kutu ini mengeluarkan embun madu. Akibatnya adalah timbulnya cendawan jelaga yang akan menutup daun dan buah kopi, sehingga akan mempengaruhi proses asimilasi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Musuh alami &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Lembing dari genus Chilocorus merupakan predator yang penting. Beberapa jenis tabuhan Hymenoptera menjadi parasit kutu sisik hijau ini. Selain itu, musuh alami yang lain adalah cendawan parasit yaitu Cephalosporium lecanii. Cendawan ini efektif pada waktu musim hujan. Cendawan ini akan membunuh koloni kutu sisik hijau dalam waktu yang singkat. Cendawan berwarna putih ini akan menyelimuti kutu sisik. Cendawan lain yaitu, Entomopththora sp. Akan menyebabkan kutu menjadi hitam, merah orange atau cokelat tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara pengendalian &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Pengendalian dilakukan dengan memusnahkan bagian tanaman yang terserang serta menyemprotkan insektisida yang bersifat kontak. Kutu sisik hijau ini berhubungan erat dengan semut, sehingga sebaiknya semut juga ikut disemprot pestisida Diazinon, Malathion, dan sebagainya agar semutnya berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pseudococcus citri Rissio&lt;/em&gt; ( Kutu dompolan putih )&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nama umum :&lt;/strong&gt;  Kutu dompolan putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klasifikasi dan morfologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Serangga ini termasuk dalam famili Pseudococcidae, biasanya hama ini terdapat pada tanaman jeruk, kopi dan lain – lain. Serangga ini polfag ( pemakan segala tanaman ) dan tersebar luas didaerah tropis dan subtropis. Kutu ini ada yang hidup diatas tanah dan ada yang diakar. Hama yang diatas menyerang tunas, daun, buah, tangkai bunga, tangkai buah, batang dan lain – lain. Serangga ini berbentuk ellips dengan panjang sekitar 3 mm. Sementara itu, hama jantan panjangnya ± 1 – 1,5 mm. Warna kutu ini cokelat kekuningan sampai merah orange. Hama ini tertutup dengan massa putih, seperti lilin yang bertepung. Di sepanjang tepi badannya terdapat benang ( serabut ) seperti lilin yang jumlahnya 14 – 18 pasang. Ukuran benang terpanjang terdapat pada bagian belakang (pantat). Telur berwarna kuning terbungkus dalam jaringan seperti lilin yang longgar. Nimfa yang muda berwarna kuning orange ( amber ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanaman inang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Jeruk, kopi, srikaya dan lain – lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siklus hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Kutu betina bertelur sampai 300 – 500 butir. Telur akan menetas setelah 6 – 20 hari. Kutu yang muda mengisap cairan buah, daun, atau ditempat yang menempelnya. Gerakannya lambat, untuk pertumbuhannya sampai sempurna hama ini memerlukan waktu 1 – 4 bulan. Kutu jantan mempunyai 2 sayap, sedangkan betina tidak bersayap selama hidupnya. Dalam satu tahun dilahirkan 2 – 4 generasi kutu. Kutu dompolan putih ini bias menularkan penyakit akibat virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gejala kerusakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Kuncup bunga dan buah yang diserang menjadi kering, karena kehabisan cairan. Buah tua yang diserang akan menimbulkan salah bentuk pada buah sehingga kualitasnya menurun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Musuh alami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Coccopaghus gurneyi compere dan Tetracnemus pretiosus timberlake. Selain itu, beberapa jenis lembing yang berfungsi sebagai predator diantaranya Cryptolaemus montrouzieri Muls dan Scymnus apiciflavus Mits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara pengendalian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Pengendalian dilakukan dengan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, serta menyemprotkan insektisida yang bersifat racun kontak. Hama dapat disemprot dengan anthio 33 EC, Azodrin 60 WSC, Sevin 85 S, Perfekthion dan lain – lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;sumber&lt;/em&gt; : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bastari, D Husni. 1997. &lt;em&gt;Pedoman Pengelolaan Kopi Arabika&lt;/em&gt;. Surabaya : PTPN XII&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pracaya. 2007. &lt;em&gt;Hama Dan Penyakit Tanaman&lt;/em&gt;. Jakarta : Penebar Swadaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjahjadi, Nur. 1989. &lt;em&gt;Hama Dan Penyakit Tanaman&lt;/em&gt;. Yogyakarta : Kanisius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-3728472142580038958?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/3728472142580038958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/hama-penting-tanaman-kopi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/3728472142580038958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/3728472142580038958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/06/hama-penting-tanaman-kopi.html' title='HAMA PENTING TANAMAN KOPI'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-1378173485749571398</id><published>2009-05-30T06:44:00.000+08:00</published><updated>2009-05-30T06:51:44.524+08:00</updated><title type='text'>KANDUNGAN ZAT - ZAT KIMIA PADA BIJI KOPI</title><content type='html'>&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kafein&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trigoneline&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Protein dan Asam Amino&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karbohidrat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asam Alifatik (asam karboksilat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asam Klorogenat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemak dan turunannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Glikosida&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mineral&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komponen Volatil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Yusianto dan Mulato Sri. 2005. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengolahan Dan Komposisi Kimia Biji Kopi : Pengaruhnya Terhadap Cita Rasa Seduhan dalam Uji Cita Rasa Kopi&lt;/span&gt;. Jember : PUSLIT KOKA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-1378173485749571398?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/1378173485749571398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/kandungan-zat-zat-kimia-pada-biji-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1378173485749571398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/1378173485749571398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/kandungan-zat-zat-kimia-pada-biji-kopi.html' title='KANDUNGAN ZAT - ZAT KIMIA PADA BIJI KOPI'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-8593525448915446483</id><published>2009-05-21T00:56:00.000+08:00</published><updated>2009-05-21T01:15:15.551+08:00</updated><title type='text'>MACAM - MACAM BENIH</title><content type='html'>&lt;ol style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;Benih Ilegitim, adalah benih yang tetuanya tidak diketahui dengan jelas sehingga benih tersebut sulit ditelusuri informasi genetiknya, dan sering kali disebut sebagai benih "sapuan". Maksudnya adalah benih tersebut seolah - olah didapat hanya dengan cara menyapu saja asal mendapatkan benih saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benih Legitim, adalah benih yang diketahui dengan jelas induk betina dan jantannya serta dihasilkan dari persilangan yang terkontrol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benih Propellegitim, adalah benih yang diketahui dengan jelas induk betinanya. Benih ini terdiri atas : &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;Benih propellegitim biklonal, adalah benih yang dihasilkan dari persilangan dua klon yang diketahui dengan jelas tetapi persariannya terjadi secara alami (open pollination).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benih propellegitim poliklonal, adalah benih yang dihasilkan dari persilangan dalam suatu populasi yang terdiri atas lebih dari 2 klon. Benih ini induk betina dan induk jantannya diketahui dengan jelas .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benih propellegitim yang hanya diketahui induk betinanya saja.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mawardi, Surip dan Suhendi , Dedy. 2004. Dasar - Dasr Pemilihan Bahan Tanam Unggul Dalam Kaitannya dengan Manajemen Produksi dan Mutudalam Materi Kursus Budidaya dan pengolahan Hasil Tanaman Perkebunan. Jember : PUSLIT KOKA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-8593525448915446483?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/8593525448915446483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/macam-macam-benih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/8593525448915446483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/8593525448915446483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/macam-macam-benih.html' title='MACAM - MACAM BENIH'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-636523447976433256</id><published>2009-05-20T23:16:00.000+08:00</published><updated>2009-05-21T00:55:59.013+08:00</updated><title type='text'>VARIETAS DAN KLON</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;    Varietas dalam pengertian budidaya tanaman adalah merupakan kelompok tanaman dalam suatu jenis atau spesies tertentu yang diperbanyak secara generatif, atau dengan menggunakan benih. Kelompok tanaman tersebut memiliki sifat tertentu sebagai penciri yang berbeda dengan sifat yang dimiliki oleh kelompok lain pada jenis yang sama. secara genetik tingkat homozigositas gen pembawa sifat penciri tersebut tinggi dan sifat tersebut memiliki stabilitas yang tinggi antar generasi maupun antar lokasi penanaman. Untuk membedakan suatu varietas dengan varietas yang lain lazimnya didasarkan pada 3 sifat dasar, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;Berbeda (distinctive) dengan penciri sifat varietas lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seragam (uniform) secara genetik pada sifat penciri varietas tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stabil (stable) antar generasi dan antar lingkungan penanaman.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;    Klon adalah suatu kelompok tanaman dalam suatu jenis spesies tertentu yang diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan organ tanaman tertentu dan kelompok tersebut memiliki sifat penciri tertentu yang berbeda dengan sifat yang dimiliki oleh kelompok tanaman lain yang juga diperbanyak secara vegetatif pada jenis yang sama. Karena diperbanyak secara vegetatif maka tingkat keseragaman genetik suatu klon tinggi dan sama dengan induknya. Kalau terjadi ketidak stabilan sifat suatu klon bukan karena faktor genetik, akan tetapi karena adanya perbedaan antar lokasi penanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mawardi, Surip dan Suhendi Dedy.2004. Dasar - Dasar Pemilihan Bahan Tanam Unggul Dalam Kaitannya Dengan Manajemen Produksi Dan Mutu dalam Materi Kursus Budidaya Dan Pengolahan Hasil Tanaman Perkebunan. Jember : PUSLIT KOKA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-636523447976433256?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/636523447976433256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/varietas-dan-klon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/636523447976433256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/636523447976433256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/varietas-dan-klon.html' title='VARIETAS DAN KLON'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7055592014252603408.post-4500351330976333678</id><published>2009-05-14T06:02:00.000+08:00</published><updated>2009-05-14T06:31:06.460+08:00</updated><title type='text'>SEKILAS TENTANG KOPI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kata kopi berasal dari kata "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quahweh&lt;/span&gt;" yang semula adalah istilah puitis untuk anggur. Karena orang islam dilarang minum anggur maka diganti dengan kopi. Kemudian kata yang serupa dalam bahasa Turki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kahweh&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cafe&lt;/span&gt; (Perancis), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Caffe&lt;/span&gt; (Italia), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaffee&lt;/span&gt; (Jerman), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Koffie&lt;/span&gt; (Belanda), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coffee&lt;/span&gt; (Inggris) serta istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coffea&lt;/span&gt; dari bahasa latin dipakai untuk induk jenis (botanical genus). Di Abyssinia kopi dinamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bun&lt;/span&gt; dan minuman kopi disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bunchung&lt;/span&gt;. Kata - kata ini berasal dari istilah Jerman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bohndan&lt;/span&gt; istilah Inggris &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bean&lt;/span&gt;. Kopi juga dinamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mocha&lt;/span&gt;, suatu nama yang diambil dari nama kota pelabuhan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mocha di tepi laut merah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman kopi adalah pohon kecil yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perpugenus coffea &lt;/span&gt;dari familia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rubiaceae&lt;/span&gt; dan jenis kelamin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coffea&lt;/span&gt;. Kopi bukan produk homogen, ada banyak varietas dan beberapa cara pengolahannya. Di seluruh dunia kini terdapat sekitar 4.500 jenis kopi yang dapat dibagi dalam 4 kelompok besar, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coffea canephor&lt;/span&gt;a, salah satu jenis varietasnya menghasilkan kopi dagang Robusta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coffea arabica&lt;/span&gt;, menghasilkan kopi dagang Arabica&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coffea exelsa&lt;/span&gt;, menghasilkan kopi dagang Exelsa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;a&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coffea liberi&lt;/span&gt;c&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a&lt;/span&gt;, menghasilkan kopi dagang Liberika&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Dari segi produksi yang paling menonjol dalam kualitas dan kuantitas adalah jenis Arabika, andilnya dalam pasokan dunia sekitar 70 %. Jenis Robusta yang mutunya berada dibawah Arabika menyumbang sekitar 24 % produksi dunia, sedangkan Liberika dan Exelsa masing - masing 3 %. Arabika dianggap lebih baik daripada Robusta karena rasanya lebih enak dan jumlah caeinnya lebih rendah. Maka Arabika lebih mahakl daripada Robusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;: Spillane,James j.1990.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;KOMODITI KOPI PERANANNYA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA.Yogyakarta : Kanisius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                              &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7055592014252603408-4500351330976333678?l=afruri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://afruri.blogspot.com/feeds/4500351330976333678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/sekilas-tentang-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/4500351330976333678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7055592014252603408/posts/default/4500351330976333678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://afruri.blogspot.com/2009/05/sekilas-tentang-kopi.html' title='SEKILAS TENTANG KOPI'/><author><name>afruri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15061186478760826990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6rHZDBC3lk/SiBfzbBszZI/AAAAAAAAAAU/oE36F4gK340/S220/AFRURI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
